BUKU PERILAKU POLITIK BIROKRASI
Buku PERILAKU POLITIK BIROKRASI
Rp150.000 Harga aslinya adalah: Rp150.000.Rp78.000Harga saat ini adalah: Rp78.000.
Keesahannya merepresentasikan wujud pemikiran atas segala
sesuatu yang diupayakan. Sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa,
penulis menghaturkan rasa syukur atas keridaan Ilahi- Nya dan
anugerah kesehatan yang tiada tara, sehingga karya ini dapat
terselesaikan. Proses penyusunannya tentu tidak mudah karena
menuntut ketelitian dan kesungguhan hati dalam menelaah perilaku
politik birokrasi yang menjadi pokok kajian utama.
Buku ini lahir dari kegelisahan akademik sekaligus refleksi
terhadap dinamika birokrasi dalam narasi demokrasi dan pemilu,
baik pada tingkat nasional maupun lokal. Realitas politik
menunjukkan bahwa birokrasi tidak sepenuhnya netral dalam
setiap proses politik elektoral. Tarikan kepentingan politik, relasi
kekuasaan, dan struktur hierarkis dalam birokrasi sering kali
menimbulkan dilema, baik bagi demokrasi maupun bagi
profesionalisme birokrasi itu sendiri. Oleh karena itu, buku ini
mencoba menghadirkan analisis yang berangkat dari perspektif
administrasi publik, dengan menekankan bahwa birokrasi tidak
hanya sekadar mesin administratif, melainkan juga aktor politik
yang memengaruhi jalannya demokrasi.
Secara sistematis, buku ini disusun ke dalam tujuh bab yang
saling berkaitan. Bab pertama membahas konseptualisasi perilaku
politik birokrasi dengan menekankan tipologi birokrasi, reformasi
birokrasi, serta problem netralitas birokrasi dalam Pemilu. Bab
kedua menguraikan perspektif administrasi publik, mulai dari
pengertian, paradigma, hingga aliran teori yang melandasi praktik
administrasi publik modern yang memiliki koherensi dengan
perspektif perilaku politik birokrasi dalam pemilu. Bab ketiga
mengupas konsep birokrasi secara lebih mendalam, termasuk tipe
ideal, paradigma, serta kritik terhadap model Weberian.
Selanjutnya, bab keempat menghadirkan aliran pemikiran klasik
tentang birokrasi, mulai dari Karl Marx, Gaetano Mosca, Robert
Michels, hingga Max Weber yang gagasannya menjadi fondasi
penting dalam memahami birokrasi modern.
Selanjutnya, bab kelima menyoroti birokrasi di Indonesia
dengan menampilkan potret penyelenggaraan administrasi publik,
praktik birokrasi dalam konteks demokratisasi, dilema birokrasi,
ix serta urgensi netralitas birokrasi dalam Pemilu. Bab keenam
berfokus pada perilaku birokrasi dalam Pemilu dengan menelaah
perilaku organisasi, perilaku politik organisasi, serta perilaku
birokrasi dalam dinamika kontestasi elektoral. Bab ketujuh menjadi
penutup dengan menyajikan perdebatan kontemporer seputar
perilaku birokrasi dalam Pemilu, praktik empiris di lapangan,
hingga penguatan teoritis yang dapat dijadikan pijakan akademik
maupun praktis.
Penulis menyadari bahwa buku ini belum sepenuhnya
sempurna. Namun demikian, besar harapan penulis agar
kehadirannya dapat memperkaya khazanah keilmuan, khususnya
dalam ranah administrasi publik, sekaligus menjadi bahan diskusi
kritis bagi akademisi, mahasiswa, penyelenggara Pemilu, pegiat
demokrasi, maupun masyarakat umum yang peduli pada isu
birokrasi dan demokrasi. Pada akhirnya, penulis mengucapkan
terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada semua
pihak yang telah memberikan dukungan, baik secara langsung
maupun tidak langsung, dalam proses penulisan hingga penerbitan
buku ini.
Semoga buku ini bermanfaat serta mampu memberikan
kontribusi positif dalam membangun birokrasi yang lebih netral,
profesional, dan demokratis.





Viviana Nora Angeli –
Mantap. Enak di baca kajianya mendalam
Mais Nurdin –
kami senang mendengarnya kak viviana. Terima kasih sudah membeli. semoga bermanfaat